, ,

Aktivitas dan Layanan di BBI Terantang pada tanggal 18 Agustus 2026

 

SUKAMARA – Dinas Perikanan Kabupaten Sukamara terus berkomitmen meningkatkan mutu dan produktivitas sektor budidaya perikanan daerah. Pada tanggal 18 Agustus 2026, jajaran teknisi dan petugas Dinas Perikanan melaksanakan serangkaian aktivitas pelayanan teknis yang berfokus pada persiapan benih dan proses karantina di Balai Benih Ikan (BBI) Terantang.

Kegiatan rutin ini diselenggarakan guna memastikan seluruh benih ikan yang diproduksi maupun didistribusikan kepada masyarakat pembudidaya memiliki kualifikasi kesehatan yang optimal serta bebas dari ancaman penyakit.

Tahapan Teknis Persiapan dan Karantina Benih

Dalam pelaksanaannya di BBI Terantang, petugas menerapkan standar operasional prosedur (SOP) secara terukur yang meliputi beberapa tahapan utama:

  • Perhitungan Jumlah Benih: Pendataan jumlah populasi benih dilakukan secara presisi untuk menjamin akurasi data stok balai.

  • Penyortiran Ukuran (Grading): Pengelompokan benih berdasarkan keseragaman ukuran untuk mengurangi risiko kanibalisme dan memastikan pertumbuhan ikan merata.

  • Aklimatisasi Suhu Air: Penyesuaian bertahap antara suhu air media asal dengan lingkungan baru agar benih tidak mengalami stres termal saat pemindahan.

  • Pemeriksaan Kesehatan Ikan: Pengujian kondisi fisik dan organoleptik benih, termasuk pemantauan sampel mikro/parasit menggunakan alat laboratorium dan mikroskop untuk mendeteksi potensi penyakit sejak dini.

Mewujudkan Benih Unggul dan Data Akurat

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukamara menyampaikan bahwa penguatan layanan karantina di BBI Terantang ini memiliki beberapa tujuan strategis. Selain untuk menentukan kepastian stok benih yang siap disalurkan, langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan produksi perikanan budidaya di wilayah Kabupaten Sukamara.

Melalui penerapan manajemen karantina dan mitigasi risiko penyakit yang efektif, diharapkan BBI Terantang dapat secara konsisten menyuplai data benih yang terverifikasi serta menghasilkan benih ikan yang sehat, adaptif, dan berdaya saing unggul bagi para pembudidaya lokal.