Dipimpin langsung oleh Bupati Sukamara, audiensi BBM bagi nelayan Sungai Cabang Barat berjalan dengan lancar dan menjawab keluh kesah yang selama dialami oleh pelaku usaha perikanan (nelayan).

Berlangsung di aula desa Cabang Barat pada pukul 15.00–16.40 WIB, audiensi dibuka langsung oleh Camat Pantai Lunci.

Hadir juga Kepala Dinsos PMD dan Kepala Dinas Perikanan yang pada kesempatan ini diwakili oleh Sekretaris Dinas Perikanan untuk ikut pada acara audiensi.

Audiensi bersama Bupati Sukamara ini merupakan respon dan tindak lanjut terhadap sulit dan mahalnya harga bahan bakar untuk nelayan. Kalau pun ada harga satu galon terlampau tinggi dengan kisaran 400–450 ribu.

Sehingga biaya yang harus dikeluarkan oleh nelayan untuk sekali melaut harus lebih besar. Padahal tangkapan rajungan dan ikan masih sangat tidak menentu di musim Tenggara ini.

Ketersediaan bahan bakar bersubsidi khususnya solar memang belum bisa diakses semua nelayan.

Hingga sekarang saja, nelayan yang baru mendapat karena mendaftarkan diri untuk rekomendasi bahan bakar hanya 23 nelayan saja.

Untuk itu juga peredaran solar dengan harga terjangkau di Kecamatan Pantai Lunci masih sulit didapat.

Sebagai bentuk tindak lanjut untuk masalah ini, Bupati menginstruksikan untuk di tingkat RT dapat mendata warganya yang berprofesi sebagai nelayan aktif.

Agar kemudian bisa mendapat rekomendasi pembelian bahan bakar subsidi di tempat pengisian bahan bakar yang resmi sebagai penyalur bahan bakar subsidi.

Berdasarkan keterangan dari pimpinan PT Dabelin sebagai pihak penyalur bahan bakar solar bersubsidi kuota untuk Pantai Lunci itu ada sebanyak 10 kl.

Memang sebelumnya kuota ini akan disalurkan melalui SPBUN yang ada di Desa Sungai Cabang Barat.

Namun, SPBUN hingga kini masih dalam tahap proses pembangunan.

Oleh karena itu,  kuota bahan bakar tersebut untuk sementara akan disalurkan melalu PT Dabelina.

Untuk pengambilannya akan dilakukan pada hari-hari tertentu dan khusus Kecamatan Pantai Lunci saja.

Baca Juga: Identifikasi Penerima Rekomendasi BBM JBKP dan JBT Nelayan

gerai layanan penerbitan nib nelayan sungai damar

Pagi yang masih penuh harapan untuk hidup lebih baik dan bisa dapat haknya sebagai manusia akan selalu diusahakan untuk keluarga dan orang-orang yang dicintai.

Bukan hanya semata soal ekonomi atau uang, kehidupan yang lebih baik dengan badan sehat, udara bersih, air bersih, dan lingkungan bersih merupakan hak kita semua.

Namun, pagi itu masih ada harapan dan hak hidup atas udara bersih mengandung oksigen itu masih terbatas.

Kita masih terus berjuang dan berharap untuk udara Kalimantan ini bisa lebih baik dan segar lagi.

Semuanya perlu usaha dan rasa peduli untuk hidup di bumi yang kita pijak.

Sulitnya di musim kemarau yang kering ini selain ancaman kekeringan air bersih, kesehatan paru-paru juga mengancam.

Asap masih menghantui kita. Banyak yang harus kita kurangi atau tunda, misalnya keluar rumah untuk pergi ke kantor.

Kalau kepagian asap masih mengepung hidung dan tenggorokan.

Termasuk sedikit menunda keberangkatan perjalanan untuk pelayanan ke desa.

Kamis 04 September 2026, jam 09.00 WIB pagi kami punya jadwal untuk mendampingi tim dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah ke Sungai Damar.

Jadwalnya kami akan membuka gerai layanan penerbitan Nomor Izin Berusaha (NIB) untuk nelayan kecil di Desa Sungai Damar.

Roda mobil berputar kami pun melintasi jalan yang dulunya padang rumput pasir yang hijau itu telah berubah muka.

Hampir sepanjang jalan itu pohon-pohon akasia dan rumput yang dulu hijau sudah hitam seperti aspal jalan.

Entah bagaimana perjuangan tim pemadam kebakaran dan relawan, tapi yang jelas kami sangat salut pada mereka yang telah berjuang habis-habisan.

Sekitar 45 menit perjalanan, ban mobil akhirnya berbelok kiri dan melewati pintu gerbang masuk kompleks pemerintah desa.

Rem mobil diinjak, mobil berhenti, kami pun keluar dari mobil.

Langkah kaki satu persatu memasuki ruangan kantor desa. Kami disambut tumpukan tinggi beras 5 kg-an yang akan dibagikan kepada masyarakat.

Tapi tentunya bukan kami yang akan membagikan.

Berjabat tangan dengan tim dari Provinsi dan pemerintah desa. Berkoordinasi sebentar untuk mempersiapkan pembukaan dan konsep pelayanan.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dan arahan untuk nelayan dari Dinas Perikanan Kabupaten Sukamara dan Provinsi.

Pelayanan penerbita NIB kami mulai setelah sesi foto bersama.

Sambil menikmati snack yang sudah disiapkan, satu demi satu nelayan mulai duduk di depan kami.

Menyerahkan KTP dan surat perahu atau pas kecil jika ada.

Di sistem pelayanan yang serba digital masih terasa sulit bagi kami. Tidak semua nelayan punya HP android.

Surat elektronik atau email penting bagi kita untuk membuka layanan perbitan NIB.

pelayanan NIB Sungai Damar

Dari email itu akan terkoneksi untuk mendaftar akun pada sistem Online Single Submission (OSS).

Butuh kesabaran. Itu juga harus kami akui.

Jaringan internet yang masih belum merata dengan kualitas yang baik di Kabupaten Sukamara masih jadi kendala.

Namu, keadaan ini masih jauh lebih baik dari sebelumnya.

Setelah melalui serangkaian percakapan untuk melengkapi data di dalam sistem, NIB terbit.

Mayoritas yang merupakan nelayan kecil penangkap udang dan ikan itu pun memiliki NIB dengan kode KBLI 03110.

Kode KBLI itu menerjemahkan kalau nelayan Sungai Damar melakukan usaha penangkapan ikan dan biota air lainnya seperti krustasea (udang).

Selama kegiatan berlangsung tidak ada kendala lebih selain jaringan internet.

Sistem OSS yang juga udah lebih baik sangat membantu untuk meredam tekanan darah.

Hingga akhirnya selesai kegiatan ini, nelayan Sungai Damar masih belum bisa kami fasilitasi semuanya.

Mungkin di lain waktu akan ada gerai seperti ini yang merupakan kewenangan dari Pemerintah Provinsi.

Baca Juga: Identifikasi Penerima Rekomendasi BBM JBKP dan JBT Nelayan

lomba masak serba ikan

Ikan merupakan bahan pangan bergizi, terlebih jika dimasak dengan sentuhan hati untuk menarik ketika dihidangkan dan nikmat saat disantap.

Lomba Memasak Serba Ikan yang diselenggarakan oleh Dinas Perikanan dan bekerjasama dengan PKK Kabupaten Sukamara di aula LPTQ Kabupaten Sukamara jadi salah satu kegiatan untuk mengkampenyakan memasak ikan dengan menarik, nikmat, dan bergizi tinggi.

Kegiatan yang diselenggarakan dalam bentuk perlombaan ini diharapkan dapat memantik kreativitas dan inovasi untuk menghidangkan makanan berbahan dasar ikan bagi keluarga.

Bersama dewan juri yang ahli pada bidangnya, maka lomba masak serba ikan pada tanggal 06 Agustus 2026 didapatkan juara yang terdiri dari:

Juara 1: PKK Kuala Jelai

Juara 2: PKK Kelurahan Padang

Juara 3: PKK Kecamatan Sukamara

Harapan 1: PKK Kecamatan Balai Riam

Harapan 2: PKK Kecamatan Permata Kecubung

Favorit: PKK Kecamatan Balai Riam

Sampai jumpa pada lomba masak serba ikan di tahun selanjutnya, ya.

Baca Juga: Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Kabupaten Sukamara Tahun 2023

 

Di tengah-tengah ketidakpastian hasil tangkapan, nelayan sungai dan danau masih memiliki harapan yang tinggi terhadap kesejahteraan keluarganya.

Asap yang mengepul, terik matahari yang menyengat, dan bahan bakar kian sulit, tapi ada semangat yang tidak pernah surut.

Sepanjang musim kemarau ini tidak sedikit nelayan yang harus menepi dulu sembari menunggu musim membaik.

Tapi ada juga semangat yang masih terus membara di dalam diri untuk mendapatkan tangkapan yang maksimal.

Ada istri dan anak yang menanti perjuangan dan tetesan keringat dari ayah untuk kehidupan lebih baik.

Menekan modal produksi seperti harga bahan bakar lebih murah dan mudah didapat merupakan keinginan seluruh nelayan.

Bersama tim, kami turun ke setiap perahu yang sudah terdata sebagai penerima rekomendasi JBKP dan JBT Kelurahan Mendawai dan Padang pada tanggal 12 hingga 14 Agustus 2026.

Bersama mereka kami berbagi dan menggali informasi dari nelayan selama musim kemarau tahun 2026.

Kendala di lapangan untuk memperoleh bahan bakar dan melakukan penangkapan kami kumpulkan sebagai data untuk kemudian hari jadi bahan pertimbangan kebijakan pemerintah.

sosialisasi keselamatan pelayaran laut 2026

Keselamatan pelayaran harus jadi kebutuhan kita selama kita bekerja di laut, terlebih, nelayan yang aktivitasnya banyak di laut untuk menangkap ikan.

Karena demikian pentingnya keselamatan selama pelayaran, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Sukamara memberikan sosialisasi kepada nelayan kecil.

Pada hari Kamis, 21 Mei 2026, bertempat di aula KSOP Kuala Jelai, ada 30 nelayan kecil Kelurahan Kuala Jelai yang ikut hadir mengikuti sosialisasi ini.

Tidak hanya menyampaikan pentingnya membawa alat keselamatan seperti pelampung dan life jacket, keselamatan pelayaran juga dari dokumen kapal/perahu.

Kelengkapan dokumen perahu nelayan yang ukuran tidak lebih dari 6 GT juga jadi yang ditekankan dalam keselamatan pelayaran.

Dokumen perahu nelayan kecil yang sering disebut dengan e-pas kecil ini merupakan dokumen yang pengajuan dan pembuatannya gratis atau tidak berbayar.

Oleh karena itu, nelayan yang perahunya belum mempunyai e-pas kecil ini diharapkan dapat mengajukan permohonan pembuatan e-pas kecil.

Untuk itu, Dinas Perikanan Kabupaten Sukamara selalu membuka dan memfasilitasi pengajuan pembuatan e-pas kecil secara online dengan sistem yang berlaku.

Hanya dengan mengisi formulir melalui website resmi Dinas Perikanan, nelayan akan mendapatkan email balasan yang berisi surat permohonan untuk kemudian dicetak mandiri. Kemudian, nelayan sebagai pemohon dapat melengkapi surat permohonan di desa/kelurahan setempat.

Nah, ada yang penting lagi, coba siapkan nama perahu Anda seunik mungkin atau tidak ada yang menyamai dengan perahu lainnya.

Setelah itu, yuk, isi formulirnya di link berikut ini.

Link formulir: FORMULIR PENGAJUAN E-PAS KECIL – Dinas Perikanan Kab. Sukamara

survei lokasi knmp oleh tim kementerian kelautan dan perikanan

Selama tiga hari, Sabtu, Minggu, dan Senin (18-20 April 2026) tim survei KNMP dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meninjau langsung lokasi yang diusulkan sebagai KNMP di Kabupaten Sukamara.

Peninjauan secara langsung ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa lokasi memang layak dan bebas dari konflik.

Lokasi yang clean and clear ini diharapkan agar kelak ketikan pembangunan KNMP berlangsung tidak ada pihak-pihak yang menunutut.

Tidak hanya untuk memastikan lahan atau lokasi, tim survei juga meninjau secara sosial ekonomi masyarakat sekitar. Khususnya untuk nelayan di sekitarnya.

Dengan mengetahui potensi perikanan, lokasi, dan kondisi sosial ekonomi perikanan tim survei akan mempertimbangkan kelayakan Sukamara untuk mendapatkan KNMP.

Dalam kegiatan survei lokasi yang berlangsung selama tiga hari, Dinas Perikanan bukan satu-satunya OPD yang mendampingi tim survei. Tapi ada juga OPD terkait lainnya yang membersamai, yakni PUPR Kabupaten Sukamara.

Hal ini sebagai bukti keseriusan Kabupaten Sukamara untuk mempersiapkan calon lokasi KNMP.

Dan harapan terbesar dari Pemerintah Kabupaten Sukamara, dari kelima desa yang telah diusulkan ada satu desa yang lolos menjadi lokasi KNMP.

Baik itu Desa Sungai Damar, Sungai Pasir, Sungai Cabang Barat, Sungai Tabuk, atau Kuala Jelai.

Baca Juga: Rapat Persiapan Survei Calon Lokasi KNMP Oleh Tim KKP

konflik nelayan tradisional kuala jelai
2–3 menit

Pada hari Rabu, 14 Januari 2026, Dinas Perikanan dengan pemerintah Kecamatan Jelai dan Kelurahan Kuala Jelai menggelar diskusi bersama nelayan dan pengusaha perikanan.

Diskusi ini sebagai tindak lanjut konflik antar nelayan tradisional.

Konflik nelayan tradisional ini berasal dari dua daerah, Kuala Jelai dengan nelayan Desa Air Hitam Besar Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Permasalahan klasik antar nelayan tradisional sudah bukan hal yang baru lagi.

Perselisihan alat tangkap dan perebutan wilayah penangkapan kerap kali terjadi.

Sumberdaya perikanan yang ada di laut merupakan sumberdaya kita bersama yang pemanfaatan dan pengelolaan perlu kita jaga sama-sama.

Peraturan pemerintah yang telah berlaku perlu kita taati sebagai upaya kita bersama untuk menjaga keberlanjutan sumberdaya perikanan.

Tidak menggunakan alat yang merusak lingkungan, melakukan penangkapan sesuai dengan zona penangkapannya, tidak menangkap ikan yang dilindungi, hingga selalu melaporkan jumlah dan jenis penangkapan.

Semua itu telah melekat dalam sebuah peraturan pemerintah untuk terus memantau sumberdaya perikanan kita.

Pasalnya, sumberdaya perikanan juga sangat terbatas. Oleh karenanya perlu upaya kita agar tidak melebihi batas daya dukung sumberdaya yang ada.

Demikian juga yang ada di daerah kita Kabupaten Sukamara. Penangkapan yang berkelanjutan juga tidak hanya menggunakan alat tangkap ramah lingkungan, tetapi tetap membatasi jam-jam penangkapan.

Nelayan tradisional yang umumnya melakukan penangkapan one day fishing hanya melakukan penangkapan di saat matahari masih memancarkan sinarnya.

Jika matahari sudah tidak menampakkan dirinya, maka itu adalah penanda bagi kita untuk beristirahat.

Penangkapan ikan di malam hari tanpa punya penerangan dan alat keselamatan yang memadai jauh lebih beresiko dari siang hari.

Diskusi Penyelesaian Konflik Nelayan Tradisional Kuala Jelai dengan Nelayan Air Hitam Besar
Diskusi Penyelesaian Konflik Nelayan Tradisional Kuala Jelai dengan Nelayan Air Hitam Besar

Bukan hanya bisa menabrak terumbu karang yang berada di perairan dangkal, namun merusak alat tangkap milik orang lain karena tidak sengaja tertabrak kapal juga jauh lebih beresiko.

Perselisihan dan tindak kriminal juga lebih rentan terjadi. Oleh karenanya, butuh pengertian dan kerjasama yang baik antar nelayan tradisional dalam pemanfaatan sumberdaya perikanan.

Duduk dan diskusi bersama pemerintah desa, pemerintah teknis terkait, dan antar nelayan untuk mengatasi permasalah klasik seperti merupakan jalan terbaik bagi kita.

Bersama mencari akar permasalahan dan kemudian saling mengingatkan untuk sama-sama mengerti bahwa kita adalah nelayan yang juga mencari rezeki dari sumber yang sama (ikan).

Baca Juga: Langsung Diuji, Nelayan Kuala Jelai Mencoba Jaring Hela Dasar dengan TED

gemarikan pantai lunci 2025

Tahun 2025 sudah berada di ujung bulan. Sampai jumpa lagi pada tahun depan, tahun 2026 dalam acara Gemarikan tingkat Kabupaten Sukamara.

Walau hari memang lagi kurang bersahabat, alhamdulillah kegiatan rutin Gemarikan yang selalu terselenggara setiap tahun bisa berjalan lancar.

Antusias peserta yang terdiri dari anak-anak TK ini pun juga tidak kalah semangat.

Gerak tangan, kaki, kepala, dan berpadu dengan senyuman yang terlihat berbinar itu pun memberikan kehangatan sendiri.

Tidak punya Lelah dan tidak pandang cuaca, mereka adalah anak-anak cerdas dan kuat yang akan berkarya di masa depan.

Semoga apa yang mereka cita-citakan itu pun tercapai. Setidaknya mereka adalah anak-anak yang sehat.

Gizinya tercukupi, demikian pula pendidikannya bisa setinggi-tingginya.

Kalau masalah gizi, mereka adalah anak pesisir yang sudah pasti tidak asing lagi dengan ikan dan udang.

Sehari-harinya mereka paham kalau laut di depan rumahnya itu jadi habitat makanan sehari-hari mereka.

Tidak ada yang ragu dengan kandungan gizi dan manfaatnya ikan dan udang dari laut.

Selain memang rasanya gurih, manis, dan berlemak.

sampai jumpa gemarikan tahun depan
Sampai Jumpa Gemarikan Tahun Depan

Dan semoga Gemarikan tahun 2026 tetap ada di Kabupaten Sukamara.

Selain sebagai semangat untuk mengkampenyakan agar makan-makanan bergizi salah satunya dari ikan, momen ini juga penting bagi pertumbuhan mereka (anak-anak).

Dari yang sudah terlaksana, jelas mereka sangat senang bertemu dengan teman sebayanya.

Ada lomba-lomba dan pertunjukan seni merupakan wadah bagi mereka untuk meningkatkan kepercayaan diri.

Tidak malu tampil di banyak orang atau teman-temannya.

Jika kegiatan Gemarikan ini tidak bisa terlaksana seperti tahun ini karena dampak dari efisiensi anggaran yang terus menjadi trending.

Setidaknya kampanye Gemarikan yang sudah terlaksana tahun ini tetap membekas di mereka.

Terutama pada orang tua. Kalau anak mau makan ikan maka bisa tumbuh dengan sehat dan cerdas. Ada banyak gizi baik pada ikan, kakap misalnya.

Sampai jumpa, di tahun depan anak-anak kami tersayang. Semoga kalian selalu sehat, ya.

Baca Juga: Bersama Bunda PAUD Kabupaten Sukamara GEMARIKAN di Kecamatan Balai Riam Meriah

pelatihan sertifikasi kecakapan nelayan

Pelatihan Sertifikasi Kecakapan Nelayan (SKN) untuk pertamakalinya terselenggara di Sukamara.

Melalui anggaran dari pemerintah daerah kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Perikanan dengan mengundang pelatih atau instruktur ahli.

Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang atau lebih dikenal dengan BBPI yang masih dalam naungan Dirjen Perikanan Tangkap KKP mengutus tiga instruktur ahli ke Sukamara.

Kepada 40 nelayan yang mengikuti pelatihan SKN ini, instruktur memberikan materi pelatihan yang lengkap dan menarik.

Nelayan perikanan tangkap yang beroperasi di perairan laut Jawa ini mendapat pelatihan berupa:

  1. pelayaran datar perikanan tangkap,
  2. keselamatan pelayaran,
  3. operasi penangkapan ikan.

Selama dua hari atau 16 jam pelajaran peserta pelatihan Sertifikasi Kecakapan Nelayan mengikutinya dengan antusias.

Pada hari pertama peserta menerima materi secara teoritis. Seperti prinsip berlayar dan keselamatan pelayaran.

Esok harinya peserta pelatihan lebih antusias dengan praktek keselamatan pelayaran. Memadamkan api dengan APAR, menggunakan life jacket, dan menjangka peta jadi materi praktek yang baru dan menyenangkan.

Dari kegiatan pelatihan ini instruktur dan pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan kecakapan dan keahlian nelayan dalam bekerja.

Pasalnya, pekerjaan di laut resikonya sangat tinggi. Penyebab kecelakaan selaian karena faktor alam juga disebabkan karena kelalaian manusia.

Oleh karena itu, melalui pelatihan kecakapan ini nelayan Sukamara lebih kompeten dan profesional.

Terlebih, pelatihan ini dirancang untuk memenuhi persyaratan sertifikasi kecakapan nelayan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia, khususnya dalam mendukung regulasi keselamatan dan keamanan di laut.

Baca Juga: Sosialisasi Mengurangi Resiko Kecelakaan di Laut Bagi Nelayan dan Peraturan Perikanan Tentang E-Pas Kecil

Sumber: Kementerian Kelautan dan Perikanan

mudahnya membuat ebkp nelayan pantai lunci

Tidak sulit untuk menerbitkan izin berusaha di bidang penangkapan ikan di laut dan log book penangkapan ikan.

Kemudahan membuat izin dan log book yang sudah menjadi administrasi yang wajib bagi nelayan perikanan. 

Pembuatan dua izin ini pun sering dilaksanakan langsung atau difasilitasi oleh pemerintah daerah. 

Terlebih pelaksanaan pembuatan izin ini juga tidak jauh dari tempat tinggal nelayan untuk mempermudah akses nelayan. 

Seperti yang tertuang dalam peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 33 Tahun 2021, tentang Log Book Penangkapan Ikan, Pemantauan Pemantauan di Atas Kapal Penangkap Ikan dan Kapal Pengangkut Ikan, Inspeksi, Pengujian, dan Penandaan Kapal Perikanan, serta Tata Kelola Pengawakan Kapal Perikanan. 

Nah, pada Pasal 76 Ayat 2, dijelaskan bahwa Buku Kapal Perikanan (BKP) merupakan buku wajib yang harus dimiliki oleh setiap pemilik kapal. 

Buku Kapal Perikanan ialah bukti bahwa kapal perikanan yang digunakan punya identitas dan sudah terdaftar resmi. 

Bukan hanya sebagai identitas bahwa kapal ialah resmi sebagai kapal perikanan, dengan adanya buku ini, maka kapal bisa menerima rekomendasi pembelian bahan bakar minyak. 

Seperti yang kita ketahui, bahan bakar minyak subsidi atau Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu penyalurannya sudah semakin ketat. 

Nelayan yang punya E-BKP ini pun akan dipermudah untuk memperoleh rekomendasi pembelian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu. 

Ini sesuai dengan arah atau peraturan terbaru dari Badan pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023. 

Pada peraturan tersebut berisi tentang Penerbitan Surat Rekomendasi untuk Pembelian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan.

Pada Pasal 3 Ayat 3 mensyaratkan nelayan yang dapat menerima penyaluran BBM adalah mereka yang terdaftar di Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dan Pemerintah Daerah. 

pelayanan ebkp nib nelayan pantai lunci

Gerai Pelayanan Pembuatan E-BKP dan NIB untuk Nelayan Pantai Lunci

Jadi, E-BKP sangat penting bagi nelayan perikanan. Untuk nelayan kecil dengan ukuran kapal 0 hingga 5 GT, umumnya hanya dipersyaratkan mempunyai NIB, email, dan foto kapal.

Nah, bagi nelayan Sukamara yang belum punya E-BKP jangan sampai ketinggalan ya kalau kita membuka gerai di desa Anda. 

Seperti yang telah baru saja kami lakukan pada hari Jumat, 17 Oktober 2025, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah membuka gerai pembuatan E-BKP dan NIB dengan Dinas Perikanan Kabupaten Sukamara. 

Pembukaan gerai pendaftaran pembuatan E-BKP dan NIB dipastikan mudah dan cepat. 

Semuanya sudah bisa akses digital. Jadi, jangan lupa daftarkan kapal perikanan Anda dengan email aktif yang Anda miliki. 

Baca Juga: Nelayan Sukamara Bisa Langsung Daftar E-Pas Kecil di Sosialisasi Peraturan Perikanan di Kecamatan Sukamara

Referensi: