lomba masak serba ikan

Ikan merupakan bahan pangan bergizi, terlebih jika dimasak dengan sentuhan hati untuk menarik ketika dihidangkan dan nikmat saat disantap.

Lomba Memasak Serba Ikan yang diselenggarakan oleh Dinas Perikanan dan bekerjasama dengan PKK Kabupaten Sukamara di aula LPTQ Kabupaten Sukamara jadi salah satu kegiatan untuk mengkampenyakan memasak ikan dengan menarik, nikmat, dan bergizi tinggi.

Kegiatan yang diselenggarakan dalam bentuk perlombaan ini diharapkan dapat memantik kreativitas dan inovasi untuk menghidangkan makanan berbahan dasar ikan bagi keluarga.

Bersama dewan juri yang ahli pada bidangnya, maka lomba masak serba ikan pada tanggal 06 Agustus 2026 didapatkan juara yang terdiri dari:

Juara 1: PKK Kuala Jelai

Juara 2: PKK Kelurahan Padang

Juara 3: PKK Kecamatan Sukamara

Harapan 1: PKK Kecamatan Balai Riam

Harapan 2: PKK Kecamatan Permata Kecubung

Favorit: PKK Kecamatan Balai Riam

Sampai jumpa pada lomba masak serba ikan di tahun selanjutnya, ya.

Baca Juga: Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Kabupaten Sukamara Tahun 2023

 

SUKAMARA – Dinas Perikanan Kabupaten Sukamara terus berkomitmen meningkatkan mutu dan produktivitas sektor budidaya perikanan daerah.

Pada tanggal 18 Agustus 2026, jajaran teknisi dan petugas Dinas Perikanan melaksanakan serangkaian aktivitas pelayanan teknis yang berfokus pada persiapan benih dan proses karantina di Balai Benih Ikan (BBI) Terantang.

 

Kegiatan rutin ini diselenggarakan guna memastikan seluruh benih ikan yang diproduksi maupun didistribusikan kepada pembudidaya dalam keadaa sehat dan bebas dari penyakit.

 

Tahapan Teknis Persiapan dan Karantina

 

 Benih

 

Dalam pelaksanaannya di BBI Terantang, petugas menerapkan standar operasional prosedur (SOP) secara terukur yang meliputi beberapa tahapan utama:

  • Perhitungan Jumlah Benih: Pendataan jumlah populasi benih dilakukan secara presisi untuk menjamin akurasi data stok balai.

  • Penyortiran Ukuran (Grading): Pengelompokan benih berdasarkan keseragaman ukuran untuk mengurangi risiko kanibalisme dan memastikan pertumbuhan ikan merata.

  • Aklimatisasi Suhu Air: Penyesuaian bertahap antara suhu air media asal dengan lingkungan baru agar benih tidak mengalami stres termal saat pemindahan.

  • Pemeriksaan Kesehatan Ikan: Pengujian kondisi fisik dan organoleptik benih, termasuk pemantauan sampel mikro/parasit menggunakan alat laboratorium dan mikroskop untuk mendeteksi potensi penyakit sejak dini.

Mewujudkan Benih Unggul dan Data Akurat

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukamara menyampaikan bahwa penguatan layanan karantina di BBI Terantang ini memiliki beberapa tujuan strategis.

Selain untuk menentukan kepastian stok benih yang siap disalurkan, langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan produksi perikanan budidaya di wilayah Kabupaten Sukamara.

Melalui penerapan manajemen karantina dan mitigasi risiko penyakit yang efektif, diharapkan BBI Terantang dapat secara konsisten menyuplai data benih yang terverifikasi.

Serta menghasilkan benih ikan yang sehat, adaptif, dan berdaya saing unggul bagi para pembudidaya lokal.

Baca Juga: Kunjungan Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) Ke Balai Benih Ikan Terantang

Di tengah-tengah ketidakpastian hasil tangkapan, nelayan sungai dan danau masih memiliki harapan yang tinggi terhadap kesejahteraan keluarganya.

Asap yang mengepul, terik matahari yang menyengat, dan bahan bakar kian sulit, tapi ada semangat yang tidak pernah surut.

Sepanjang musim kemarau ini tidak sedikit nelayan yang harus menepi dulu sembari menunggu musim membaik.

Tapi ada juga semangat yang masih terus membara di dalam diri untuk mendapatkan tangkapan yang maksimal.

Ada istri dan anak yang menanti perjuangan dan tetesan keringat dari ayah untuk kehidupan lebih baik.

Menekan modal produksi seperti harga bahan bakar lebih murah dan mudah didapat merupakan keinginan seluruh nelayan.

Bersama tim, kami turun ke setiap perahu yang sudah terdata sebagai penerima rekomendasi JBKP dan JBT Kelurahan Mendawai dan Padang pada tanggal 12 hingga 14 Agustus 2026.

Bersama mereka kami berbagi dan menggali informasi dari nelayan selama musim kemarau tahun 2026.

Kendala di lapangan untuk memperoleh bahan bakar dan melakukan penangkapan kami kumpulkan sebagai data untuk kemudian hari jadi bahan pertimbangan kebijakan pemerintah.

survei lokasi knmp oleh tim kementerian kelautan dan perikanan

Selama tiga hari, Sabtu, Minggu, dan Senin (18-20 April 2026) tim survei KNMP dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meninjau langsung lokasi yang diusulkan sebagai KNMP di Kabupaten Sukamara.

Peninjauan secara langsung ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa lokasi memang layak dan bebas dari konflik.

Lokasi yang clean and clear ini diharapkan agar kelak ketikan pembangunan KNMP berlangsung tidak ada pihak-pihak yang menunutut.

Tidak hanya untuk memastikan lahan atau lokasi, tim survei juga meninjau secara sosial ekonomi masyarakat sekitar. Khususnya untuk nelayan di sekitarnya.

Dengan mengetahui potensi perikanan, lokasi, dan kondisi sosial ekonomi perikanan tim survei akan mempertimbangkan kelayakan Sukamara untuk mendapatkan KNMP.

Dalam kegiatan survei lokasi yang berlangsung selama tiga hari, Dinas Perikanan bukan satu-satunya OPD yang mendampingi tim survei. Tapi ada juga OPD terkait lainnya yang membersamai, yakni PUPR Kabupaten Sukamara.

Hal ini sebagai bukti keseriusan Kabupaten Sukamara untuk mempersiapkan calon lokasi KNMP.

Dan harapan terbesar dari Pemerintah Kabupaten Sukamara, dari kelima desa yang telah diusulkan ada satu desa yang lolos menjadi lokasi KNMP.

Baik itu Desa Sungai Damar, Sungai Pasir, Sungai Cabang Barat, Sungai Tabuk, atau Kuala Jelai.

Baca Juga: Rapat Persiapan Survei Calon Lokasi KNMP Oleh Tim KKP

Sukamara, 30 Maret 2026 — Bupati Sukamara, H. Masduki, S.T, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sukamara melaksanakan kegiatan silaturahmi dalam rangka halal bihalal pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H di lingkungan Dinas Perikanan Kabupaten Sukamara.

Kedatangan Bupati beserta rombongan disambut dengan hangat dan penuh kekeluargaan oleh seluruh jajaran dan keluarga besar Dinas Perikanan Kabupaten Sukamara. Suasana kebersamaan dan keakraban tampak jelas dalam kegiatan tersebut, yang menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antar ASN di lingkungan pemerintah daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukamara menyampaikan pesan penting kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar senantiasa menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa sebagai pelayan masyarakat, ASN harus bekerja dengan tulus dan ikhlas demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Sebagai ASN, kita memiliki tanggung jawab besar dalam melayani masyarakat. Laksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, integritas, dan dedikasi tinggi,” ujar beliau.

Kegiatan halal bihalal ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan semangat kerja seluruh ASN, khususnya di lingkungan Dinas Perikanan Kabupaten Sukamara, dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik ke depannya.

konflik nelayan tradisional kuala jelai
2–3 menit

Pada hari Rabu, 14 Januari 2026, Dinas Perikanan dengan pemerintah Kecamatan Jelai dan Kelurahan Kuala Jelai menggelar diskusi bersama nelayan dan pengusaha perikanan.

Diskusi ini sebagai tindak lanjut konflik antar nelayan tradisional.

Konflik nelayan tradisional ini berasal dari dua daerah, Kuala Jelai dengan nelayan Desa Air Hitam Besar Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Permasalahan klasik antar nelayan tradisional sudah bukan hal yang baru lagi.

Perselisihan alat tangkap dan perebutan wilayah penangkapan kerap kali terjadi.

Sumberdaya perikanan yang ada di laut merupakan sumberdaya kita bersama yang pemanfaatan dan pengelolaan perlu kita jaga sama-sama.

Peraturan pemerintah yang telah berlaku perlu kita taati sebagai upaya kita bersama untuk menjaga keberlanjutan sumberdaya perikanan.

Tidak menggunakan alat yang merusak lingkungan, melakukan penangkapan sesuai dengan zona penangkapannya, tidak menangkap ikan yang dilindungi, hingga selalu melaporkan jumlah dan jenis penangkapan.

Semua itu telah melekat dalam sebuah peraturan pemerintah untuk terus memantau sumberdaya perikanan kita.

Pasalnya, sumberdaya perikanan juga sangat terbatas. Oleh karenanya perlu upaya kita agar tidak melebihi batas daya dukung sumberdaya yang ada.

Demikian juga yang ada di daerah kita Kabupaten Sukamara. Penangkapan yang berkelanjutan juga tidak hanya menggunakan alat tangkap ramah lingkungan, tetapi tetap membatasi jam-jam penangkapan.

Nelayan tradisional yang umumnya melakukan penangkapan one day fishing hanya melakukan penangkapan di saat matahari masih memancarkan sinarnya.

Jika matahari sudah tidak menampakkan dirinya, maka itu adalah penanda bagi kita untuk beristirahat.

Penangkapan ikan di malam hari tanpa punya penerangan dan alat keselamatan yang memadai jauh lebih beresiko dari siang hari.

Diskusi Penyelesaian Konflik Nelayan Tradisional Kuala Jelai dengan Nelayan Air Hitam Besar
Diskusi Penyelesaian Konflik Nelayan Tradisional Kuala Jelai dengan Nelayan Air Hitam Besar

Bukan hanya bisa menabrak terumbu karang yang berada di perairan dangkal, namun merusak alat tangkap milik orang lain karena tidak sengaja tertabrak kapal juga jauh lebih beresiko.

Perselisihan dan tindak kriminal juga lebih rentan terjadi. Oleh karenanya, butuh pengertian dan kerjasama yang baik antar nelayan tradisional dalam pemanfaatan sumberdaya perikanan.

Duduk dan diskusi bersama pemerintah desa, pemerintah teknis terkait, dan antar nelayan untuk mengatasi permasalah klasik seperti merupakan jalan terbaik bagi kita.

Bersama mencari akar permasalahan dan kemudian saling mengingatkan untuk sama-sama mengerti bahwa kita adalah nelayan yang juga mencari rezeki dari sumber yang sama (ikan).

Baca Juga: Langsung Diuji, Nelayan Kuala Jelai Mencoba Jaring Hela Dasar dengan TED

Sukamara — Dinas Perikanan Kabupaten Sukamara melalui Balai Benih Ikan (BBI) Terantang kembali menyampaikan informasi harga resmi benih ikan Nila untuk masyarakat, pembudidaya ikan, dan pelaku usaha perikanan. Penetapan harga ini merujuk langsung pada Peraturan Daerah Kabupaten Sukamara Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, sebagai dasar legalitas pemungutan retribusi daerah.

Peraturan Daerah tersebut menjadi landasan penting untuk memastikan setiap pelayanan publik, termasuk penyediaan benih ikan, berjalan secara transparan, terukur, dan sesuai ketentuan yang berlaku di Kabupaten Sukamara.

Harga Resmi Benih Ikan Nila di BBI Terantang (Sesuai Dokumen Perda)

Berdasarkan tabel retribusi yang tercantum dalam lampiran Perda Kabupaten Sukamara Nomor 1 Tahun 2024, harga benih Ikan Nila yang tersedia di Balai Benih Ikan Terantang adalah sebagai berikut:

1. Benih Ikan Nila Ukuran 1–3 cm

  • Rp150/ekor

2. Benih Ikan Nila Ukuran 3–5 cm

  • Rp400/ekor

3. Benih Ikan Nila Ukuran 5–8 cm

  • Rp800/ekor

Harga ini telah ditetapkan secara resmi dan berlaku untuk seluruh layanan pembelian benih ikan di wilayah kerja BBI Terantang. Penetapan ukuran dan harga tersebut bertujuan memberikan kemudahan bagi pembudidaya dalam memilih benih sesuai kebutuhan kegiatan usaha budidaya ikan air tawar.

Komitmen Dinas Perikanan Sukamara

Dinas Perikanan Sukamara berkomitmen terus meningkatkan pelayanan publik di bidang pembudidayaan ikan, termasuk penyediaan benih berkualitas dari BBI Terantang. Melalui Perda Nomor 1 Tahun 2024, seluruh proses pemungutan retribusi kini memiliki dasar hukum yang jelas, sehingga mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Dengan adanya ketetapan harga ini, diharapkan seluruh pembudidaya ikan di Kabupaten Sukamara dapat memperoleh benih ikan Nila berkualitas dengan harga terjangkau serta mendukung peningkatan produksi perikanan budidaya di wilayah setempat.

gemarikan pantai lunci 2025

Tahun 2025 sudah berada di ujung bulan. Sampai jumpa lagi pada tahun depan, tahun 2026 dalam acara Gemarikan tingkat Kabupaten Sukamara.

Walau hari memang lagi kurang bersahabat, alhamdulillah kegiatan rutin Gemarikan yang selalu terselenggara setiap tahun bisa berjalan lancar.

Antusias peserta yang terdiri dari anak-anak TK ini pun juga tidak kalah semangat.

Gerak tangan, kaki, kepala, dan berpadu dengan senyuman yang terlihat berbinar itu pun memberikan kehangatan sendiri.

Tidak punya Lelah dan tidak pandang cuaca, mereka adalah anak-anak cerdas dan kuat yang akan berkarya di masa depan.

Semoga apa yang mereka cita-citakan itu pun tercapai. Setidaknya mereka adalah anak-anak yang sehat.

Gizinya tercukupi, demikian pula pendidikannya bisa setinggi-tingginya.

Kalau masalah gizi, mereka adalah anak pesisir yang sudah pasti tidak asing lagi dengan ikan dan udang.

Sehari-harinya mereka paham kalau laut di depan rumahnya itu jadi habitat makanan sehari-hari mereka.

Tidak ada yang ragu dengan kandungan gizi dan manfaatnya ikan dan udang dari laut.

Selain memang rasanya gurih, manis, dan berlemak.

sampai jumpa gemarikan tahun depan
Sampai Jumpa Gemarikan Tahun Depan

Dan semoga Gemarikan tahun 2026 tetap ada di Kabupaten Sukamara.

Selain sebagai semangat untuk mengkampenyakan agar makan-makanan bergizi salah satunya dari ikan, momen ini juga penting bagi pertumbuhan mereka (anak-anak).

Dari yang sudah terlaksana, jelas mereka sangat senang bertemu dengan teman sebayanya.

Ada lomba-lomba dan pertunjukan seni merupakan wadah bagi mereka untuk meningkatkan kepercayaan diri.

Tidak malu tampil di banyak orang atau teman-temannya.

Jika kegiatan Gemarikan ini tidak bisa terlaksana seperti tahun ini karena dampak dari efisiensi anggaran yang terus menjadi trending.

Setidaknya kampanye Gemarikan yang sudah terlaksana tahun ini tetap membekas di mereka.

Terutama pada orang tua. Kalau anak mau makan ikan maka bisa tumbuh dengan sehat dan cerdas. Ada banyak gizi baik pada ikan, kakap misalnya.

Sampai jumpa, di tahun depan anak-anak kami tersayang. Semoga kalian selalu sehat, ya.

Baca Juga: Bersama Bunda PAUD Kabupaten Sukamara GEMARIKAN di Kecamatan Balai Riam Meriah

pelatihan sertifikasi kecakapan nelayan

Pelatihan Sertifikasi Kecakapan Nelayan (SKN) untuk pertamakalinya terselenggara di Sukamara.

Melalui anggaran dari pemerintah daerah kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Perikanan dengan mengundang pelatih atau instruktur ahli.

Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang atau lebih dikenal dengan BBPI yang masih dalam naungan Dirjen Perikanan Tangkap KKP mengutus tiga instruktur ahli ke Sukamara.

Kepada 40 nelayan yang mengikuti pelatihan SKN ini, instruktur memberikan materi pelatihan yang lengkap dan menarik.

Nelayan perikanan tangkap yang beroperasi di perairan laut Jawa ini mendapat pelatihan berupa:

  1. pelayaran datar perikanan tangkap,
  2. keselamatan pelayaran,
  3. operasi penangkapan ikan.

Selama dua hari atau 16 jam pelajaran peserta pelatihan Sertifikasi Kecakapan Nelayan mengikutinya dengan antusias.

Pada hari pertama peserta menerima materi secara teoritis. Seperti prinsip berlayar dan keselamatan pelayaran.

Esok harinya peserta pelatihan lebih antusias dengan praktek keselamatan pelayaran. Memadamkan api dengan APAR, menggunakan life jacket, dan menjangka peta jadi materi praktek yang baru dan menyenangkan.

Dari kegiatan pelatihan ini instruktur dan pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan kecakapan dan keahlian nelayan dalam bekerja.

Pasalnya, pekerjaan di laut resikonya sangat tinggi. Penyebab kecelakaan selaian karena faktor alam juga disebabkan karena kelalaian manusia.

Oleh karena itu, melalui pelatihan kecakapan ini nelayan Sukamara lebih kompeten dan profesional.

Terlebih, pelatihan ini dirancang untuk memenuhi persyaratan sertifikasi kecakapan nelayan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia, khususnya dalam mendukung regulasi keselamatan dan keamanan di laut.

Baca Juga: Sosialisasi Mengurangi Resiko Kecelakaan di Laut Bagi Nelayan dan Peraturan Perikanan Tentang E-Pas Kecil

Sumber: Kementerian Kelautan dan Perikanan

mudahnya membuat ebkp nelayan pantai lunci

Tidak sulit untuk menerbitkan izin berusaha di bidang penangkapan ikan di laut dan log book penangkapan ikan.

Kemudahan membuat izin dan log book yang sudah menjadi administrasi yang wajib bagi nelayan perikanan. 

Pembuatan dua izin ini pun sering dilaksanakan langsung atau difasilitasi oleh pemerintah daerah. 

Terlebih pelaksanaan pembuatan izin ini juga tidak jauh dari tempat tinggal nelayan untuk mempermudah akses nelayan. 

Seperti yang tertuang dalam peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 33 Tahun 2021, tentang Log Book Penangkapan Ikan, Pemantauan Pemantauan di Atas Kapal Penangkap Ikan dan Kapal Pengangkut Ikan, Inspeksi, Pengujian, dan Penandaan Kapal Perikanan, serta Tata Kelola Pengawakan Kapal Perikanan. 

Nah, pada Pasal 76 Ayat 2, dijelaskan bahwa Buku Kapal Perikanan (BKP) merupakan buku wajib yang harus dimiliki oleh setiap pemilik kapal. 

Buku Kapal Perikanan ialah bukti bahwa kapal perikanan yang digunakan punya identitas dan sudah terdaftar resmi. 

Bukan hanya sebagai identitas bahwa kapal ialah resmi sebagai kapal perikanan, dengan adanya buku ini, maka kapal bisa menerima rekomendasi pembelian bahan bakar minyak. 

Seperti yang kita ketahui, bahan bakar minyak subsidi atau Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu penyalurannya sudah semakin ketat. 

Nelayan yang punya E-BKP ini pun akan dipermudah untuk memperoleh rekomendasi pembelian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu. 

Ini sesuai dengan arah atau peraturan terbaru dari Badan pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023. 

Pada peraturan tersebut berisi tentang Penerbitan Surat Rekomendasi untuk Pembelian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan.

Pada Pasal 3 Ayat 3 mensyaratkan nelayan yang dapat menerima penyaluran BBM adalah mereka yang terdaftar di Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dan Pemerintah Daerah. 

pelayanan ebkp nib nelayan pantai lunci

Gerai Pelayanan Pembuatan E-BKP dan NIB untuk Nelayan Pantai Lunci

Jadi, E-BKP sangat penting bagi nelayan perikanan. Untuk nelayan kecil dengan ukuran kapal 0 hingga 5 GT, umumnya hanya dipersyaratkan mempunyai NIB, email, dan foto kapal.

Nah, bagi nelayan Sukamara yang belum punya E-BKP jangan sampai ketinggalan ya kalau kita membuka gerai di desa Anda. 

Seperti yang telah baru saja kami lakukan pada hari Jumat, 17 Oktober 2025, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah membuka gerai pembuatan E-BKP dan NIB dengan Dinas Perikanan Kabupaten Sukamara. 

Pembukaan gerai pendaftaran pembuatan E-BKP dan NIB dipastikan mudah dan cepat. 

Semuanya sudah bisa akses digital. Jadi, jangan lupa daftarkan kapal perikanan Anda dengan email aktif yang Anda miliki. 

Baca Juga: Nelayan Sukamara Bisa Langsung Daftar E-Pas Kecil di Sosialisasi Peraturan Perikanan di Kecamatan Sukamara

Referensi: