,

Tindak Lanjut Penyelesaian Konflik Nelayan Kuala Jelai dengan Nelayan Desa Air Hitam Besar

konflik nelayan tradisional kuala jelai
2–3 minutes

Pada hari Rabu, 14 Januari 2026, Dinas Perikanan dengan pemerintah Kecamatan Jelai dan Kelurahan Kuala Jelai menggelar diskusi bersama nelayan dan pengusaha perikanan.

Diskusi ini sebagai tindak lanjut konflik antar nelayan tradisional.

Konflik nelayan tradisional ini berasal dari dua daerah, Kuala Jelai dengan nelayan Desa Air Hitam Besar Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Permasalahan klasik antar nelayan tradisional sudah bukan hal yang baru lagi.

Perselisihan alat tangkap dan perebutan wilayah penangkapan kerap kali terjadi.

Sumberdaya perikanan yang ada di laut merupakan sumberdaya kita bersama yang pemanfaatan dan pengelolaan perlu kita jaga sama-sama.

Peraturan pemerintah yang telah berlaku perlu kita taati sebagai upaya kita bersama untuk menjaga keberlanjutan sumberdaya perikanan.

Tidak menggunakan alat yang merusak lingkungan, melakukan penangkapan sesuai dengan zona penangkapannya, tidak menangkap ikan yang dilindungi, hingga selalu melaporkan jumlah dan jenis penangkapan.

Semua itu telah melekat dalam sebuah peraturan pemerintah untuk terus memantau sumberdaya perikanan kita.

Pasalnya, sumberdaya perikanan juga sangat terbatas. Oleh karenanya perlu upaya kita agar tidak melebihi batas daya dukung sumberdaya yang ada.

Demikian juga yang ada di daerah kita Kabupaten Sukamara. Penangkapan yang berkelanjutan juga tidak hanya menggunakan alat tangkap ramah lingkungan, tetapi tetap membatasi jam-jam penangkapan.

Nelayan tradisional yang umumnya melakukan penangkapan one day fishing hanya melakukan penangkapan di saat matahari masih memancarkan sinarnya.

Jika matahari sudah tidak menampakkan dirinya, maka itu adalah penanda bagi kita untuk beristirahat.

Penangkapan ikan di malam hari tanpa punya penerangan dan alat keselamatan yang memadai jauh lebih beresiko dari siang hari.

Diskusi Penyelesaian Konflik Nelayan Tradisional Kuala Jelai dengan Nelayan Air Hitam Besar
Diskusi Penyelesaian Konflik Nelayan Tradisional Kuala Jelai dengan Nelayan Air Hitam Besar

Bukan hanya bisa menabrak terumbu karang yang berada di perairan dangkal, namun merusak alat tangkap milik orang lain karena tidak sengaja tertabrak kapal juga jauh lebih beresiko.

Perselisihan dan tindak kriminal juga lebih rentan terjadi. Oleh karenanya, butuh pengertian dan kerjasama yang baik antar nelayan tradisional dalam pemanfaatan sumberdaya perikanan.

Duduk dan diskusi bersama pemerintah desa, pemerintah teknis terkait, dan antar nelayan untuk mengatasi permasalah klasik seperti merupakan jalan terbaik bagi kita.

Bersama mencari akar permasalahan dan kemudian saling mengingatkan untuk sama-sama mengerti bahwa kita adalah nelayan yang juga mencari rezeki dari sumber yang sama (ikan).

Baca Juga: Langsung Diuji, Nelayan Kuala Jelai Mencoba Jaring Hela Dasar dengan TED